Home » Tidur Nyenyak untuk Anak Kantoran, Kok Susah? Begini Kata Mereka

Tidur Nyenyak untuk Anak Kantoran, Kok Susah? Begini Kata Mereka

Uniquesehat.com – Banyak pekerja usia produktif di kota besar kini menghadapi masalah baru: sulit tidur. Tekanan pekerjaan dan gaya hidup serba cepat membuat waktu istirahat terasa seperti kemewahan.

Hal tersebut dialami Sekar (28), karyawan swasta di Jakarta Selatan, yang rata-rata hanya tidur sekitar 6 jam per hari. Itu pun dengan kualitas yang menurutnya belum optimal. Dalam skala 1–10, ia menilai kualitas tidurnya hanya 6–7. “Soalnya bangunnya karena harus, bukan karena sudah segar,” ujarnya.

Sekar menyebut tekanan pekerjaan, aktivitas untuk melepas penat, dan perjalanan rumah–kantor turut menggerus waktu tidurnya. Perjalanan dari Kampung Rambutan ke kantor yang memakan waktu dua jam pulang-pergi membuat waktunya semakin terbatas.

Selain itu, kebiasaan bermain ponsel menjelang tidur juga memperburuk pola istirahatnya. “Kadang tidur jam 1, kadang jam 12, terus bangun jam 7 atau 8. Baru bisa tidur kalau sudah benar-benar capek,” katanya.

Tata (28), karyawan swasta asal Bekasi yang bekerja di Jakarta Selatan, juga merasakan tidurnya terganggu oleh waktu tempuh yang panjang. Perjalanan pulang yang memakan waktu sekitar dua jam dan mengharuskannya berganti-ganti moda transportasi membuat ia baru bisa tidur menjelang tengah malam.

“Biasanya tidur jam 11 atau setengah 12. Sampai rumah bersih-bersih dulu, terus main HP,” ujarnya.

Meski begitu, Tata punya cara untuk menjaga kualitas tidurnya. Ia rutin mandi bersih sebelum tidur dan minum susu agar lebih cepat terlelap. Pola tidurnya pun dibuat teratur: tidur jam 11, bangun jam 5. Dengan kebiasaan itu, ia menilai kualitas tidurnya berada di angka 8 dari 10.

Menurut US CDC, tidur berkualitas adalah tidur yang pulas, menyegarkan, dan tidak sekadar soal durasi. Kualitas tidur yang baik sama pentingnya dengan diet dan olahraga, karena tubuh memperbaiki diri saat seseorang beristirahat. Kurang tidur bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, dari penyakit jantung hingga obesitas.

Namun, tidak semua orang mampu menilai kualitas tidurnya secara akurat. Apakah benar skor tidur Sekar di angka 6–7? Apakah tidur Tata memang setara nilai 8? Atau hanya penilaian subjektif?

Faktanya, urusan tidur tidak sesederhana memejamkan mata. Banyak faktor yang memengaruhi kualitasnya — mulai dari stres hingga sleep hygiene. Untuk membahas hal tersebut lebih dalam, detikcom akan menghadirkan wawancara khusus dengan Garmin Sleep Coach, praktisi yang berpengalaman menangani berbagai masalah tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mental4d


mental4d


mental4d


mental4d


mental4d