UniqueSehat.com – Kasus penyakit jantung di usia muda kini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Kondisi ini dipicu oleh faktor risiko yang semakin tinggi, terutama akibat gaya hidup tidak sehat dan pola makan yang buruk.
Menurut dr. Sugisman, SpBTKV(K), spesialis bedah toraks, beberapa tahun terakhir banyak kasus jantung ditemukan pada kelompok usia 30 – 40 tahun.
Ia menjelaskan bahwa tren usia penderita jantung telah naik signifikan ke arah yang lebih muda, berbeda dengan satu dekade lalu.
“Saya bahkan pernah menangani pasien operasi bypass koroner dengan usia termuda sekitar 24 tahun,” ujar dr. Sugisman.
Fenomena ini menjadi peringatan serius bahwa gaya hidup modern—minim aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak, dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah dan jantung.
operasi bypass koroner atau coronary artery bypass grafting (CABG) merupakan prosedur bedah jantung untuk memperbaiki aliran darah ke otot jantung.
Prosedur ini dilakukan saat pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan yang menghambat suplai oksigen ke otot jantung.

Pendapat Dari Dr. Sugisman SpBTKV(K)
Menurut dr. Sugisman, SpBTKV(K), spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dari BraveHeart – Brawijaya Hospital Saharjo, pasien termuda yang pernah ia tangani berusia sekitar 24 tahun, sedangkan yang tertua mencapai 84 tahun.
“Ya, pasien termuda yang saya operasi bypass koroner itu usia 20-an, sekitar 24 tahun,” ujar dr. Sugisman.
ini menunjukkan bahwa penyakit jantung kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga generasi muda.
Menurut dr. Sugisman, kondisi jantung pasien muda justru sering kali tampak lebih buruk dibandingkan pasien lanjut usia.
Padahal secara fisik mereka masih muda, tetapi tingkat risikonya sudah tergolong sedang hingga tinggi.
“Begitu mereka terdiagnosis penyakit jantung, kondisinya biasanya sudah cukup parah, walaupun usianya masih muda,” ujar dr. Sugisman.
Hal Yang Mempengaruhi Serangan Jantung Di Alami Oleh Usia Muda
Fenomena ini menunjukkan bahwa usia muda tidak menjamin jantung tetap sehat, terutama jika pola makan tidak seimbang, kurang olahraga, dan stres tinggi.
Kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dini.

Menurut dr. Sugisman, penyakit jantung pada usia muda umumnya disebabkan oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat.
Faktor ini mencakup pola makan tidak seimbang, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta kebiasaan merokok .
Ia menjelaskan bahwa banyak pasien muda datang dengan riwayat hipertensi dan diabetes, dua kondisi yang semakin memperparah kerusakan pada jantung.
“Bukan hanya gaya hidup, tapi juga faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan gula darah ikut memperburuk kondisi jantung mereka,” ujar dr. Sugisman.
Fenomena ini memperkuat pentingnya pola hidup sehat sejak dini, mengatur pola makan, dan rutin berolahraga untuk mencegah risiko penyakit jantung di usia muda.
Temukan Cerita Game yang menarik Di Unique Petualang
